SKY & SEA

Setelah mendapat pesan terakhir dari sang mantan, Namjoon tak lagi memiliki minat untuk membalasnya. Untuk apa? Hanya semakin menambah luka. Lebih tepatnya luka untuk keduanya.

Jujur saja Namjoon sangat merindukan sosok Seokjin yang selalu mengisi hari-harinya. Mereka punya banyak kenangan manis selama masa perkuliahan. Tapi kenangan tetaplah kenangan, semuanya akan berakhir menjadi masa lalu.

***

Seokjin di tempat yang berbeda sedang mengusap air mata rindunya. Selama diperjalanan menuju restoran mewah Seokjin hanya fokus menatap jendela yang penuh dengan tetesan air hujan.

Tibalah Seokjin dan kedua orang tuanya di salah satu restoran yang paling mewah di Seoul.

Jalan dengan sisa-sisa wajah yang sendu sehabis menangis karena tak ingin dijodohkan. Menikah dengan orang yang tak kau cintai apa enaknya? Tapi demi kelanggengan bisnis papanya Seokjin tak bisa menolak. Mau tidak mau, suka tidak suka Seokjin akan tetap menikah dengan pilihan kedua orang tuanya.

Nafas Seokjin tercekat melihat calon suaminya dari belakang, potongan rambutnya rapi, wanginya sudah tercium dari jarak sekian, dan astaga kerah bajunya.

Ada apa dengan kerah bajunya?

Kerah bajunya saja sudah menjelaskan bahwa pakaian yang ia kenakan bukan sembarang merk, calonnya ini memiliki style khas pemimpin perusahaan besar.

Seokjin rasanya menciut hingga sekecil mikroorganisme.

“Selamat malam keluarga Kim”

“Selamat malam juga”

“Maaf kami terlambat”

“Kalian sama sekali tidak terlambat, justru kalian sedikit lebih cepat dari jam yang kita janjikan, kalau begitu mari duduk dan kita bisa mulai memesan makanan”

“Oh my..”

“Seokjin? Kim Seokjin..”

“Namjoon? ngapain lo disini?!”

“Lo sendiri kenapa disini gabung sama meja gue”

“ehm! Namjoon yang sopan dengan teman papa dan mama”

“Biar kalian berdua tidak semakin keliru, sebelumnya papa dan om Kim mau minta maaf karena membuat kalian putus. Karena kami berempat ingin menguji cinta kalian kepada kami sebagai orang tua, pilihan hanya dua. Kalian membangkang atau pasrah dengan takdir.

Ternyata anak dua ini patuh ya, papa ga nyangka. Kami sebagai orang tua tahu betul bagaimana saling mencintainya kalian. Maka sekali lagi kami para orang tua ingin meminta maaf dan kalian berdua ayo menikah. Malam ini kita makan sambil merencanakan pernikahan kalian.

“Dan Seokjin, jangan ragukan Namjoon ya, dia terbukti sangat mencintai kamu karena hampir saja kemarin menenggelamkan dirinya ke laut”

“Pa! Namjoon bukan mau sengaja tenggelam, memang ombaknya ajanyang kuat”

“Iya sekuat cintanya kamu ke Seokjin kan? Makanya kamu pasrah tenggelam dipelukan Seokjin”

“Papa 😀 sudah ya. Namjoon seperti sedang tidak mengenakan pakaian a.k.a telanjang, malu pa” dan akhirnya dua keluarga itu tertawa bahagia menyambut pasangan baru stok lama ini. Ya, mereka memang baru saja akan kembali memintal kasih yang sempat terputus selama 6 bulan terakhir.

Seokjin yang sedari tadi hanya menjadi pendengar awalnya shock hingga sekarang ia sedang tersipu-sipu malu, pipinya menghangat, dan sudah pasti kemerah-merahan khas dirinya ketika merasa malu. Ah, cantik sekali calon suaminya Kim Namjoon ini. ☺️

Mungkin Namjoon selalu menganggap Seokjin adalah lautnya, tempat ia menenggelamkan diri tanpa takut mati.

Tapi bagi Seokjin, Namjoon adalah langitnya, tempat dimana ia akan berteduh dan berlindung dari sengatan dunia yang kejam.

Leave a Comment

Item added to cart.
0 items - Rp 0
Beranda
Cari
Bayar
Order